Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa dirgantara Amerika Serikat (AS), Boeing, mencatatkan kerugian US$ 388 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun pada kuartal I (Q1) 2024. Hal ini terjadi saat perusahaan itu dirundung sejumlah insiden yang melibatkan sejumlah lini terlarisnya, 737 MAX, 777, dan 787 Dreamliner.

Secara detail, pendapatan anjlok US$ 1,4 miliar (Rp 22 triliun), atau 8%, menjadi US$ 16,6 miliar (Rp 270 triliun). Sejumlah permasalahan yang terjadi pada perusahaan pembuat pesawat tersebut membuat penurunan tajam dalam pengiriman jet ke pelanggan maskapai penerbangannya.

Hasil keuangan ini pun menambah persoalan besar yang meliputi Boeing. Perusahaan mengatakan pihaknya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki masalah kualitas untuk menghindari insiden selanjutnya.

Namun perbaikan tersebut akan terus menyebabkan kerugian tambahan dan melesetnya target pengiriman dalam beberapa bulan mendatang. Salah satunya terkait kompensasi kepada pelanggan maskapai penerbangan atas larangan terbang pesawat 737 MAX 9, yang mencapai US$ 443 juta (Rp 7,1 triliun).

Diketahui, kompensasi ini diberikan menyusul insiden pada tanggal 5 Januari di pesawat Alaska Airlines. Di mana penutup pintu pesawat meledak dan meninggalkan lubang menganga di bagian samping sesaat setelah pesawat lepas landas.

Boeing juga mengatakan pihaknya akan memproduksi lebih sedikit jet 737 MAX dari rencana semula untuk sisa tahun ini sebagai upaya untuk memperbaiki masalah pada jalur perakitannya. Produksi 787 Dreamliner yang lebih besar juga akan dibatasi oleh masalah pemasok.

“Kami akan meluangkan waktu yang diperlukan untuk memperkuat sistem manajemen kualitas dan keselamatan kami, dan pekerjaan ini akan memposisikan kami untuk masa depan yang lebih kuat dan lebih stabil,” kata CEO Dave Calhoun dikutip CNN International.

Calhoun mengatakan ia yakin bahwa Boeing akan mampu melakukan perubahan yang diperlukan untuk kembali ke profitabilitas untuk pertama kalinya sejak 2018. Tetapi dia mengatakan perubahan yang akan dilakukan akan menunda jangka waktu untuk kembali menghasilkan keuntungan.

“Meskipun upaya ini akan memperlambat waktu pemulihan kami, kami sekarang melihat bukti yang memberi kami keyakinan bahwa kami akan mulai menstabilkan dan meningkatkan kinerja di masa depan,” katanya saat dihubungi investor perusahaan.

Calhoun tidak akan memberikan panduan berapa banyak uang yang akan hilang pada tahun ini atau kapan tepatnya Boeing akan memperoleh keuntungan. Namun ia mengatakan perusahaannya yakin dengan tujuannya untuk menghasilkan arus kas positif sebesar US$ 10 miliar (Rp 160 triliun) per tahun.

“Kami benar-benar berkomitmen untuk melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan regulator kami, pelanggan kami, dan yang paling penting, karyawan kami dan masyarakat 100% percaya pada Boeing,” paparnya.

“Penting bagi karyawan dan pemangku kepentingan kami untuk memahami betapa menjanjikannya masa depan Boeing. Permintaan di seluruh portofolio kami tetap sangat kuat. Orang-orang kami berkelas dunia. Ada banyak pekerjaan yang harus kami lakukan, namun saya bangga dengan tim kami dan tetap percaya diri dengan masa depan kami,” tambahnya.

Setelah pengumuman ini, saham Boeing, turun 3% lagi pada perdagangan Selasa sore waktu AS. Sepanjang tahun, Boeing kehilangan 35% nilai sahamnya.




Daftar Insiden-Kecelakaan Pesawat Boeing yang Bikin Pilot KetakutanFoto: Infografis/Daftar Insiden-Kecelakaan Pesawat Boeing yang Bikin Pilot Ketakutan/Aristya rahadian
Daftar Insiden-Kecelakaan Pesawat Boeing yang Bikin Pilot Ketakutan

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Update Terkini Skandal Boeing: Investigasi Berlanjut-Larangan Terbang


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *