Jakarta, CNBC Indonesia –┬áKementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan neraca perdagangan barang Indonesia akan mencapai surplus sebesar US$43,4-43,9 miliar pada 2025. Target tersebut tercantum dalam rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 yang disusun Bappenas.

“Stabilitas eksternal Indonesia akan semakin menguat pada tahun 2025 karena berhasil melewati periode krusial sebelumnya dengan baik, yaitu tahun politik dan transisi pergantian kepemimpinan,” seperti dikutip dari dokumen RKP 2025, pada Selasa (22/4/2024).

Bappenas meyakini target itu akan tercapai seiring dengan peningkatan ekspor produk berteknologi menengah tinggi, dan produk industri penyerap tenaga kerja tinggi. Neraca perdagangan juga akan ditopang oleh produk jasa dan kreatif, produk usaha mikro, kecil, dan menengah, serta produk pertanian, perikanan, dan industri berbasis sumber daya alam.

Bappenas juga menargetkan defisit neraca jasa-jasa RI akan mengalami penurunan menjadi US$16,2 miliar – US$15,0 miliar. Penurunan itu ditopang oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang semakin signifikan ke Indonesia sehingga meningkatkan surplus neraca jasa perjalanan.

“Adapun defisit neraca pendapatan primer berada pada rentang US$36,7-37,5 miliar, meningkat secara terkendali untuk membiayai imbal hasil investasi asing,” tulis Bappenas.

Selain itu, Bappenas menargetkan neraca pendapatan sekunder terus mencatat surplus yang cukup tinggi menjadi sebesar US$5,6-5,9 miliar. Surplus itu akan didorong oleh peningkatan keterampilan, jumlah penempatan, dan sektor lapangan penduduk migran Indonesia di luar negeri yang semakin kompetitif.

Selanjutnya, Bappenas menargetkan neraca transaksi modal dan finansial akan mencapai kisaran US$9,2-10,1 miliar. Peningkatan tersebut selaras dengan investasi langsung yang konsisten mencatat surplus dan mengalami kenaikan menjadi US$15,1-15,5 miliar.

Selain itu, target neraca transaksi modal dan finansial juga akan ditopang oleh berlanjutnya berbagai proyek strategis pemerintah dan iklim dunia usaha yang kondusif.

“Adapun investasi portofolio diharapkan dapat terus berkembang mencapai rentang US$2,8-3,3 miliar, sehingga membuat pasar keuangan dan likuiditas tetap terjaga dalam mendorong akselerasi sektor riil.”

“Pada akhir tahun 2025, neraca keseluruhan akan berada pada rentang US$2,5-6,8 miliar disertai dengan perkembangan Cadangan Devisa mencapai US$149,5-153,7 miliar atau setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor dan berada di atas kecukupan standar internasional,” tulis Bappenas.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: 3 Masalah Ini Bikin RI Sulit Terbebas Dari Middle Income Trap


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *