Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah memberikan dampak yang signifikan pada sejumlah harga perangkat impor seperti komputer dan elektronik lainnya.

Adapun kenaikan harga pada sejumlah barang perangkat komputer itu telah dikonfirmasi langsung oleh CNBC Indonesia kepada para pedagang di Harco Mangga Dua, Jakarta Utara hari ini, Selasa (23/4/2024).

Harco Mangga Dua merupakan salah satu pusat jual-beli barang elektronik ternama di kawasan Jakarta Utara. Di kawasan ini banyak toko yang menjual berbagai barang elektronik mulai dari laptop, perangkat komputer serta aksesorisnya, printer, speaker, HT, hingga CCTV.

Berdasarkan penuturan sejumlah penjual yang ada di pusat elektronika ini, efek dari melemahnya rupiah terhadap dolar AS sangat terasa dan bahkan membuat mereka pusing. Pasalnya, mereka juga perlu memikirkan bagaimana nasib pembelinya, yang mana diketahui barang yang dibeli oleh pembelinya itu juga untuk dijual kembali.

Salah seorang penjual perangkat komputer bernama Lucy menyebut, kenaikan kurs dolar AS yang tembus Rp16.000/dolar itu telah menyebabkan beberapa jenis prosesor harganya naik signifikan, bahkan kenaikannya hingga Rp300.000 per unit.

“Berhubung kemarin dolar naik di Rp16.000 (per 1 US$), beberapa prosesor naik harganya, dan naiknya itu lumayan jauh. Jadi berasa banget tuh, itu naiknya Rp300.000 per unit,” ungkap Lucy saat ditemui CNBC Indonesia di lokasi.

“Sebelum naik, misalnya di harga Rp5 juta, naik jadi Rp5,3 juta per unit. Kan lumayan kenaikan harganya. Memang sih harga itu sudah termasuk pajak, cuma kan berasa juga kalau kita sudah memberikan harga.. Misalkan, orang itu sudah nanya harga ke saya, terus saya sudah memberikan rincian harganya, besokannya harga naik, itu kan sangat-sangat berefek ke kita, nanti si user (calon pembeli) ‘kok harganya segini sih bu?’ gitu kan. Nah sedangkan saya sudah kasih harga. Kalau orang itu tidak mau menambah (bayarnya), berarti kan saya harus mengurangi keuntungan saya untuk diberikan ke dia,” sambungnya.

Selain prosesor, Lucy mengungkapkan bahwa telah terjadi kenaikan harga juga pada printer, sebagai imbas dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Ia menyebut kenaikan harga pada printer sekitar Rp25.000 per unit.

“Kemarin juga sempat belanja, printer itu naik Rp25.000 per unit, efek dari dolar. Kalau misalkan tidak terlalu signifikan, saya masih bisa lah kurangi keuntungan saya, ‘biarin deh saya cuma untung Rp20.000 di sini, mungkin ada untung dari yang lain’. Subsidi silang saja untuk mempertahankan langganan. Kan dia buat dijual kembali,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Edu, penjual perangkat komputer lainnya di Harco Mangga dua. Ia menyebut kenaikan harga efek dari pelemahan rupiah terjadi di hampir semua perangkat yang dijualnya, mulai dari keyboard, casing, mouse, jeroan PC seperti solid state drive (SSD), sampai dengan motherboard.

“Kalau efek dolar naik sudah ada terasa ya, karena dari yang saya jual di toko tuh hampir semuanya sudah pada naik,” ujar Edu.

Bahkan, katanya, dia kerap kali mendapatkan protes dari pembelinya karena harga yang tiba-tiba mengalami kenaikan tersebut. Meski demikian, Edu mengaku tak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa memberikan pemahaman kepada pembelinya bahwa memang kondisi harga saat ini sedang mengalami kenaikan imbas dari menguatnya dolar AS.

“Ya ada pasti (pembeli protes), tapi mau gimana lagi, saya jelasin aja kalau dolar memang lagi naik, silahkan nanti dia cek ke toko yang lain, saya yakin di toko lain juga pada naik,” ucapnya.

Dilansir dari Refinitiv pada pukul 10:15 WIB hari ini (23/4/2024), rupiah menurun 0,07% ke level Rp16.242/US$. Posisi rupiah saat ini lebih rendah dibandingkan pada saat pembukaan yang berada di angka Rp16.230/US$. 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Transmart Full Day Sale, Pengunjung Serbu Barang Elektronik


(hoi/hoi)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *