Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani buka suara soal pemerintah yang mulai membahas Rancangan APBN 2025. Dia meminta APBN yang kemungkinan akan dilaksanakan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto itu untuk melakukan disiplin fiskal.

“Ya kan kita semua sudah belajar dari pengalaman APBN, bagaimanapun juga penggunaan ini sangat penting. Disiplin itu yang paling kunci ya,” kata Shinta saat halal bihalal di rumah dinas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis malam (11/4/2024).

Shinta mengatakan pemerintah boleh saja memperlebar defisit. Akan tetapi, dia meminta penggunaan anggaran dilakukan jelas dan disiplin.

“Kalaupun mau diperlebar defisitnya penggunaannya mesti jelas dan disiplin, jadi sesuatu yang harus ada multiplier effect,” kata dia.

Shinta mengatakan di masa transisi ini pemerintah Presiden Jokowi harus berkomunikasi dengan pemerintah ke depan yang akan melaksanakan APBN tersebut. Dia berharap dalam komunikasi tersebut disiplin APBN akan diutamakan.

“Itu yang harus dijaga karena program-program ekonominya masuk ke situ dan kita sangat mengandalkan pembiayaan dari APBN,” kata dia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) yang juga Ketua TPN Ganjar-Mahfud Arsjad Rasjid dalam kesempatan yang sama juga menilai pentingnya dalam disiplin APBN. Dia mengatakan akan berbahaya apabila pemerintah mengabaikan hal tersebut.

“At the end of the day important, disiplin fiskal itu penting, maka saya katakan tadi ini jadi kunci buat ke depan. Harus disiplin, kalau gak disiplin bahaya,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah Presiden Jokowi diketahui sudah mulai membahas RAPBN 2025. Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi memanggil beberapa menteri untuk melakukan rapat terbatas terkait APBN 2025 di Istana Kepresidenan, Jakarta.




Ketua TPN Ganjar-Mahfud saat menghadiri open house di kediaman Menko Perekonomian Airlangga hartarto, kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2024). (CNBC Indonesia/Rosseno Aji)Foto: Ketua Umum Kadin/ Ketua TPN Ganjar-Mahfud saat menghadiri open house di kediaman Menko Perekonomian Airlangga hartarto, kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2024). (CNBC Indonesia/Rosseno Aji)
Ketua Umum KADIN/ Ketua TPN Ganjar-Mahfud saat menghadiri open house di kediaman Menko Perekonomian Airlangga hartarto, kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2024). (CNBC Indonesia/Rosseno Aji)

Usai rapat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hasil rapat menyepakati komitmen untuk menjaga defisit APBN 3% terhadap PDB.

“Tadi juga disepakati komitmen untuk menjaga defisit di bawah 3% akan tetap dipegang agar disiplin dari APBN bisa terjaga dan itu juga untuk meningkatkan kualitas serta stabilitas sehingga pemerintah baru bisa fokus untuk men-deliver program-program prioritasnya,” kata Sri Mulyani.

Dia mencontohkan dari program di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Diyakini program-program pada bidang itu bakal menjadi prioritas pemerintah mendatang.

Namun Mantan Direktur Bank Dunia ini melihat pembahasan ini merupakan transisi krusial, maka pihaknya akan terus melakukan penajaman terhadap berbagai desain postur APBN 2025.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Sri Mulyani: Mau Ekonomi RI 7%, Defisit APBN Pantang Tinggi!


(dce)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *