Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah kekhawatiran akan serangan Iran, toko-toko di Israel mencatat lonjakan penjualan perlengkapan penting masa perang. Sementara itu Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menekankan bahwa sejauh ini tidak ada perubahan dalam instruksi untuk warga sipil terkait panic buying.

Upaya militer untuk menenangkan masyarakat terjadi setelah Kepala Direktorat Intelijen Militer IDF Mayjen Aharon Haliva mengatakan dalam pertemuan tertutup bahwa keadaan masih belum menentu dan hari-hari sulit kemungkinan masih akan terjadi. 

Juru Bicara IDF Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa warga sipil tidak perlu membeli generator, menimbun makanan dan menarik uang dari ATM secara berlebihan.

“Instruksi Komando Front Dalam Negeri tetap tidak berubah,” katanya, seperti dikutip Times of Israel pada Senin (8/4/2024).

“Seperti yang telah kami lakukan hingga saat ini, setiap perubahan akan segera kami update secara resmi dan tertib,” tambah Hagari.

Dalam konferensi pers malamnya, Hagari mengatakan bahwa pernyataan Haliva tidak selalu berhubungan dengan situasi saat ini dalam menghadapi Iran, namun datang dari suatu tempat yang mengatakan kepada para pejabat Intelijen Militer untuk melihat dari perspektif yang lebih luas.

“Inilah yang diharapkan dari kami dalam organisasi. Untuk melihat dan mengidentifikasi. Beginilah seharusnya masalah ini ditangani. Kalau ada yang perlu diinformasikan kepada publik secara konkret, akan kami update,” kata Hagari.

Warga Israel bersiap menghadapi bencana

Adapun beberapa toko di Israel melaporkan lonjakan pembelian pasokan penting, radio transistor, dan generator listrik pada Kamis, meskipun mereka tidak memperkirakan akan terjadi kekurangan.

Rami Levi, pemilik jaringan supermarket Rami Levi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penjualan “lebih tinggi dari hari-hari biasa, tetapi tidak jelas seberapa besar peningkatan tersebut karena pendekatan Paskah atau fakta bahwa penjualan meningkat. selalu lebih tinggi menjelang akhir minggu, dan jumlah tersebut disebabkan oleh kepanikan atas situasi keamanan.”

“Bagaimanapun, tidak ada lonjakan, dan itu bagus. Orang bisa bersantai. Diperkirakan tidak ada kekurangan,” katanya.

Eitan Yochananof, pemilik jaringan Yochananof, juga mencatat kenaikan penjualan air mineral sebesar 300 persen, namun menambahkan bahwa “tidak ada kepanikan pada khususnya.”

Seorang pejabat dari jaringan listrik mengatakan kepada harian The Marker bahwa mereka telah menjual “ribuan generator” sejak awal hari.

“Setiap kali kami membawa lebih banyak stok generator ke toko, mereka terjual habis dengan cepat,” katanya, menjelaskan bahwa pelanggan khawatir akan pemadaman listrik jika terjadi serangan rudal yang ditargetkan pada jaringan listrik.

Selain itu, beberapa kota mengeluarkan pernyataan kepada penduduknya, meminta mereka untuk bersiap menghadapi skenario apa pun.

Federasi Otoritas Lokal di Israel bahkan mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan pembelian 600 walkie-talkie untuk keadaan darurat.

“Saya menyerukan kepada seluruh warga di seluruh negeri untuk mematuhi instruksi Komando Front Dalam Negeri dan otoritas lokal mereka, dan inilah cara kami menghadapi skenario apa pun yang mungkin terjadi,” kata ketua federasi Haim Bibas dalam sebuah pernyataan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: Iran Eksekusi Intel Mossad, Ini Informasi Rahasianya!


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *