Jakarta, CNBC Indonesia – Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa pancaroba atau transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Masa pancaroba ini sering ditandai dengan terjadinya angin kencang, bahkan disertai hujan dari intensitas ringan, sedang, bahkan bisa juga lebat atau ekstrim. Namun dalam durasi yang tidak panjang, biasanya dimulai setelah menjelang sore hari, ataupun malam hari.

Kepala Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan hal ini bisa diprediksi sebelumnya dan bukan merupakan sebuah anomali.

“Sebetulnya ini bukan hal yang anomali. Karena dari tahun ke tahun, setiap tahunnya, di masa pancaroba, kondisi cuaca ekstrim, itu memang bisa terjadi. Lazim terjadi, namun terjadinya dalam durasi yang tidak terlalu panjang biasanya setelah siang hari atau hingga sore hari. Dan kemudian saat ini kita baru saja mendeteksi adanya bibit Siklon Tropis,” katanya dalam Nation Hub CNBC Indonesia, dikutip Jumat (5/4/2024).

Bibit Siklon TropisĀ ini berada di sekitar perairan Nusa Tenggara Timur sehingga membuat potensi curah hujan naik menjadi sedang hingga tinggi dalam 24 jam ke depan, termasuk menjadi siklon tropis. Implikasinya menimbulkan hujan lebat, dapat disertai angin kencang dan kilat, termasuk juga gelombang tinggi.

“Itu wilayah-wilayah mana yang perlu diwaspadai. Kalau mulai 4 hingga 7 April, ini mulai Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, jadi di Sumatra ya, sebagian wilayah Sumatra dari Sumatra Barat ke arah selatan sampai Lampung, Kemudian juga di Jawa, itu mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, daerah Ismail Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, sampai Bali ya, dari Jawa Timur, kemudian Bali, kemudian Nusa Tenggara, Barat Timur, juga Kalimantan, ya. Kalimantan itu mulai dari Kalimantan Barat, Tengah Timur, Utara, dan Selatan, juga berpengaruh di Sulawesi, ini hampir di seluruh provinsi, Kemudian di Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat, serta Papua,” kata Dwikorita.

Kemudian untuk tanggal 8 hingga 11 April diprediksi terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Pulau Rio, Jambi, Bangka, artinya sebagian besar wilayah Sumatra, termasuk Bengkulu.

Kemudian juga di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Timur, dan di Kalimantan, serta di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Tenggara, hampir seluruh provinsi, kemudian di Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

“Jadi, ini kan pas masa mudik, itu tanggal 8 sampai 11 April. Waktu kami menyampaikan kemarin dalam RDP, belum. Tapi ini kan sangat dinamis, terdeteksi baru hari ini, segera kami sampaikan untuk sepekan ke depan termasuk saat mudik lebaran,” sebut Dwikorita.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Waspada! BMKG Warning Potensi Cuaca Ekstrem saat Libur Nataru


(dce)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *