Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan mobil dinas saat mudik.

“Saya mengimbau boleh pulang kampung merayakan Idul Fitri, tapi tolong jangan gunakan mobil dinas,” kata Anas melalui Instagram Kementerian PANRB, dikutip Jumat, (5/4/2024).

Anas mengingatkan mobil dinas harus digunakan secara bijak. “Ayo gunakan dengan bijak mobil dinas kita,” ujar dia.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan ada 3 hal yang dilarang dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil dan pegawai pemerintah ketika Idul Fitri. Tiga hal itu adalah menerima ‘THR’ ilegal; menggunakan mobil dinas untuk mudik; dan menerima parsel atau hampers dari vendor.

“Pemberian THR dan parsel merupakan kebiasaan umum yang sering dilakukan selama hari raya, tapi tahukah kamu bahwa ASN dilarang menerima THR dan parsel?” dikutip dari unggahan BKN di akun Instagramnya.

BKN menjelaskan menerima THR dan parsel yang berhubungan dengan jabatan dapat dianggap sebagai menerima gratifikasi. Maka itu, apabila diterima maka dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi.

“Jika #SobatBKN menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan serta berlawanan dengan kewajiban tugasnya, maka wajib melaporkan kepada Unit Pengendalian Gratifikasi instansi atau ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” tulis BKN.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Aturan Baru ASN: PNS Kaya Tunjangan, Ini Nasib Honorer & PPPK


(rsa/mij)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *