Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) mitigasi risiko pangan akan dicairkan pada semester 1 2024. Hal itu dia sampaikan saat memberikan keterangan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Tahun 2024 terdapat BLT mitigasi kenaikan harga pangan yang ditargetkan terealisasi pada semester 1-2024,” kata Airlangga dalam sidang MK, Jumat (5/4/2024).

Airlangga menjelaskan hal tersebut dalam konteks berbagai jenis bantuan sosial yang digulirkan oleh pemerintah dalam kondisi tertentu. Dia mencontohkan bansos jenis ini pernah ada pada 2022, ketika pemerintah memutuskan kenaikan harga Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter.

“Pada saat minyak naik pada 2022 pemerintah mengambil keputusan mengalihkan sebagian subsidi BBM menjadi BLT BBM untuk menjadi kompensasi harga Pertalite yang naik,” katanya.

Airlangga mengatakan ketika risiko pangan muncul, pemerintah kembali menggulirkan BLT risiko pangan global di tahun 2023. Airlangga mengatakan bantuan itu digulirkan untuk mengatasi dampak El Nino terhadap ketahanan pangan di RI.

“Dikhawatirkan badai El Nino akan mengganggu produksi beras dan mengurangi daya beli masyarakat,” kata dia.

Airlangga mengatakan bantuan itu berlanjut pada tahun 2024 dengan meluncurkan BLT mitigasi risiko pangan. Dia mengatakan BLT ini digulirkan untuk memitigasi kenaikan harga pangan dunia yang terus melonjak melonjak. Masalahnya, kendati sudah digulirkan sejak Februari 2024, BLT dengan jumlah total Rp 600 ribu ini belum juga cair. “Ditargetkan terealisasi semester 1 2024,” kata Airlangga.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: Anies-Cak Imin Minta Hasil Pilpres Dibatalkan & Pilpres Ulang


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *