Jakarta, CNBC Indonesia – Gempa dahsyat Taiwan terjadi Rabu  Hingga berita ini diturunkan setidaknya sembilan orang tewas dan 1.000 terluka karena gempa tersebut.

Seorang warga bernama Liu menggambarkan bagaimana suasana saat gempa besar terjadi. Ia mengatakan peristiwa itu seperti “gunung runtuh”.

Diceritakannya bagaimana bangunan yang berada di sebelah kediamannya kini menjadi balok beton bergerigi, batang baja, batu bata, dan kabel kusut.

“Bangunan itu berusia sekitar 60 tahun dan pernah menjadi tempat mesin cetak,” kata Liu, menggambarkan kehancuran di New Taipe City, wilayah luar ibu kota, dikutip dari AFP Kamis (4/4/2024).

Hal sama juga dikatakan warga lain bernama Chang. Ia juga tinggal di dekat bangunan hancur yang diceritakan Liu.

“Banyak dekorasi di rumah jatuh ke lantai, tapi orang-orang selamat,” katanya.

“Kami sangat beruntung,” ujarnya bersyukur.

Gempa tersebut terasa di seluruh Taiwan, dengan lebih dari 100 gempa susulan mengguncang pulau berpenduduk sekitar 23 juta jiwa tersebut. Pusat gempa berada di wilayah Hualien bagian timur, wilayah pegunungan yang terkenal dengan jalan setapak dan pemandangan lautnya yang indah.

Semua korban tewas gempa adalah warga Hualien. Dari sembilan orang tersebut, tiga orang tewas di jalur pendakian dan tiga orang tertimpa batu besar akibat tanah longsor di dalam kendaraan mereka.

“Saya sudah terbiasa dengan gempa bumi, tapi ini pertama kalinya saya sangat takut hingga tangan saya terus gemetar,” kata warga lain seorang perempuan dalam akun Facebook.

Saat gempa tanah longsor juga terjadi di Taiwan, masih di dekat salah satu jalur Hualien. Ini menimbulkan awan debu putih melintasi punggung gunung.

Seorang pengemudi merekam video tanah longsor lainnya yang terjadi di jalan dekat Taman Nasional Taroko. Mobil-mobil muncul dari balik awan pasir dan debu.

Banyak bangunan menjadi miring di Hualien karena gempa. Militer dilaporkan memanjat ke dalam bangunan tersebut menggunakan tangga untuk melakukan evakuasi warga yang masih terkurung.

“Gempa terasa di seluruh Taiwan,” kata Direktur Pusat Seismologi Administrasi Cuaca Pusat Taipei, kata Wu Chien-fu,

“Ini gempa terkuat dalam 25 tahun sejak gempa (1999),” tambahnya seraya mengatakan pihak berwenang tidak menutup kemungkinan akan terjadi gempa susulan dalam tiga hari ke depan.

Sebenarnya Taiwan terbiasa dengan gempa bumi karena pulau ini terletak di dekat pertemuan dua lempeng tektonik. Bangunan-bangunan di kota-kota besar dibuat tahan terhadap guncangan yang kuat dan meskipun terdapat gedung-gedung tinggi di ibu kota Taipei.

Gempa bumi terburuk terjadi tahun 1999 di Taiwan tengah. Itu menewaskan sekitar 2.400 orang dalam bencana alam paling mematikan dalam sejarah pulau itu.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Jumlah Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 161 Orang


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *