Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan ancaman siklon mirip Siklon Seroja melanda wilayah Indonesia. Vorteks selatan yang telah berubah jadi bibit Siklon 96S akan memicu pembentukan sistem tekanan rendah yang meluas dari Sumatra hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, hujan akan kembali semakin rajin menyambangi Jawa.

“Potensi bibit siklon 96S yang dapat terus membesar dan menguat mencapai puncaknya pada 6 April 2024. Tolong waspada akan potensi 96S menjadi Seroja like (mirip Seroja),” kata Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer-BRIN Erma Yulihastin kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (4/4/2024).

“Kita mewaspadai efeknya. Semoga saja efeknya tidak seperti Seroja,” tambah Erma.

Terpisah, BMKG mengeluarkan peringatan munculnya bibit siklon tropis 96S. Yang terpantau di Laut Sawu dengan pusat sirkulasi berada pada posisi sekitar 10.2 derajat LS 121.0 derajat BT dengan kecepatan angin maksimum 15-20 knots (28-37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1007 hPa.

“Potensi Bibit Siklon 96S untuk tumbuh menjadi siklon tropis 24 jam ke depan (Jumat) masih rendah. Sementara 48-72 jam ke depan (Sabtu-Tinggi) sedang-tinggi,” demikian prediksi BMKG yang dirilis hari ini, Kamis (4/4/2024).

Sebagai catatan, Siklon Seroja pernah melanda Indonesia pada 3 April 2021 lalu. Bencana ini menelan korban setidaknya ratusan jiwa meninggal.




BMKGFoto: BMKG
BMKG

Berikut adalah dampak tidak langsung Bibit Silon 96S terhadap cuaca di Indonesia, dalam 24 jam ke depan:

– hujan sedang hingga lebat

Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT

– angin kencang

Jawa Timur, Balim NTB, NTT

– gelombang laut tinggi 1,25-2,5 meter

Samudera Hindia selatan NTB, Samudera Hindia selatan NTT, Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan Pulau Sumba, Perairan selatan Kupang-Pulau Rote, Laut Sawu bagian Selatan.

Minta Jangan Modifikasi Cuaca

Di sisi lain, Erma meminta agar modifikasi cuaca tidak dilakukan saat gangguan cuaca siklonik melanda Indonesia, seperti saat ini. Modifikasi cuaca dengan menaburkan garam di atas Laut Jawa dikhawatirkan justru akan memicu efek samping.

Hal itu disampaikan Erma saat merespons pertanyaan soal modifikasi cuaca dan kondisi cuaca di wilayah Jawa Tengah menjelang Lebaran 2024. Menyusul, gempuran hujan lebat dan sebelumnya banjir yang melanda wilayah-wilayah di Jawa Tengah, seperti Demak, Kudus, dan Grobogan.

Hanya saja, tegas Erma, imbauan agar tak melakukan modifikasi cuaca itu berlaku rata, tak cuma untuk Jawa Tengah. 

“Modifikasi cuaca tidak disarankan pada saat gangguan cuaca siklonik seperti saat ini. Ini berlaku rata. Karena saat ini ada gangguan cuaca siklonik 96S yang berpotensi terus membesar menjadi siklon tropis. Maka seluruh aktivitas konvektif akan ditarik ke arah tenggara,” kata Erma.

“Wilayah yang terdekat mengalami dampaknya adalah dari Bali hingga NTT. Dan secara tidak langsung juga wilayah Jawa, Sumatra, akan terkena efek tak langsungnya berupa angin kencang dan hujan deras yang persisten,” jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto saat sesi Live Youtube FMB9ID Kominfo pada hari Senin (1/4/2024) mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan, kondisi cuaca sepekan sebelum hari raya Idulfitri atau tanggal 3-9 April 2024 masih didominasi hujan ringan hingga sedang.

Hujan sedang itu diprediksi berpotensi memicu cuaca ekstrem.

Lalu pada tanggal 10-16 April 2024, kondisi itu diprediksi mereda.

Guswanto mengatakan, untuk menghadapi cuaca ekstrem, BMKG akan melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) selama periode Lebaran 2024.

“TMC ini akan dilakukan dalam posisi siaga dan standby on call. Pada prinsipnya TMC ini digunakan untuk menangani kondisi cuaca agar tidak terlalu ekstrem,” kata Guswanto, dikutip dari situs resmi BMKG, Kamis (4/4/2024).

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ada Siklon, BMKG Ingatkan Angin Kencang-Hujan Lebat Intai Jateng-Jatim


(dce/dce)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *